Jakarta — Budayantara.tv Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara ke panggung internasional terus dilakukan Universitas Darunnajah Jakarta. Melalui program pertukaran pelajar dan pengabdian internasional bertajuk International Community Service & Field Experience Practice, delegasi mahasiswa Universitas Darunnajah berhasil memperkenalkan kebudayaan Betawi, khususnya seni bela diri tradisional Pencak Silat Beksi, kepada masyarakat di Osaka, Jepang.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Japan Dakwah Centre (JDC) tersebut mengusung tema “Betawi x Japan: Culture Beyond Borders”. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas ruang perjumpaan budaya sekaligus memperkenalkan identitas lokal Indonesia kepada masyarakat dunia.
Hal tersebut disampaikan Raindbown, salah satu mahasiswa Universitas Darunnajah Jakarta yang juga merupakan pegiat Pencak Silat Beksi sekaligus pimpinan Sanggar Seni Si Jantuk, saat ditemui di area Kampus Universitas Darunnajah Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Raindbown, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat lokal Jepang, tetapi juga mendapat perhatian dari komunitas internasional yang berasal dari sejumlah negara, di antaranya Taiwan dan Malaysia.
Antusiasme lintas negara ini memperlihatkan bahwa kebudayaan tradisional dapat menjadi media pertemuan yang mempererat hubungan antarmasyarakat, meskipun berasal dari latar belakang bahasa, bangsa, dan kebiasaan yang berbeda.
Pencak Silat Beksi, Identitas Betawi di Panggung Dunia
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak sekadar memperkenalkan gerakan-gerakan Pencak Silat Beksi. Mereka juga berbagi pemahaman mengenai nilai, filosofi, dan identitas budaya Betawi yang melekat pada seni bela diri tradisional tersebut.
Bagi masyarakat Betawi, Pencak Silat Beksi bukan hanya keterampilan bela diri, melainkan bagian dari warisan budaya yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui interaksi langsung dengan peserta dari berbagai negara, seni tradisi ini menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia secara lebih dekat, hidup, dan interaktif.
“Melalui interaksi yang hangat ini, para mahasiswa tidak hanya mengajarkan gerak dan filosofi seni Pencak Silat Beksi, tetapi juga memperkenalkan identitas tradisi Betawi sebagai sarana diplomasi budaya di panggung dunia,” jelas Raindbown.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti di lingkungan asalnya. Dengan kreativitas, keterbukaan, dan kolaborasi, seni tradisional dapat hadir di ruang internasional serta membangun pemahaman lintas budaya.
Pendidikan dan Diplomasi Budaya Berjalan Beriringan
Program International Community Service & Field Experience Practice juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat internasional.
Kolaborasi Universitas Darunnajah Jakarta dengan Japan Dakwah Centre diharapkan mampu memperkuat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia, Jepang, Taiwan, dan Malaysia.
Raindbown menegaskan bahwa kegiatan pertukaran budaya dan pengabdian internasional ini diharapkan dapat memperluas pengenalan seni warisan Nusantara kepada masyarakat dunia.
“Harapannya, seni warisan tradisi Nusantara semakin dikenal secara global. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan serta kolaborasi pendidikan lintas negara antara Indonesia, Jepang, Taiwan, dan Malaysia,” tegasnya.
Dari Betawi untuk Dunia
Pengenalan Pencak Silat Beksi di Osaka menjadi gambaran bahwa budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam membangun hubungan antarbangsa. Di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung, kekayaan tradisi dapat menjadi jembatan komunikasi yang melampaui perbedaan bahasa dan geografis.
Langkah Universitas Darunnajah Jakarta ini juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada dunia melalui pendidikan, pengabdian masyarakat, dan pertukaran pengalaman internasional.
Dari Betawi untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia. Pencak Silat Beksi tidak hanya membawa gerak dan filosofi bela diri, tetapi juga menyampaikan pesan tentang identitas, persahabatan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
Dengan semangat Culture Beyond Borders, kebudayaan Betawi diharapkan semakin mendapat tempat dalam pergaulan internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus merawat tradisi sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.***




