Lewati ke konten
6 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
AKHIRNYA JUARANobar Final Indonesia vs Thailand, Habibeat Pejaten Dipenuhi Euforia SuporterBudayantara Media Buka Diplomasi Budaya dengan CONISTIL Timor-LesteMahasiswi Unpam Mengenal Beksi di Petukangan, Menemukan Jejak Budaya di Balik Seni Bela Diri
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/AKHIRNYA JUARA
Artikel

AKHIRNYA JUARA

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 Oktober 20263 menit baca
AKHIRNYA JUARA - Budayantara TV

​Oleh: M.Guntur Ating

Dewan Pembina DPW SWI Jaya

​Jakarta, – Budayantara.tv DRAMA luar biasa terjadi di Stadion GBK semalam, Indonesia vs Thailand. Skor akhirnya: 4-2 lewat adu penalti.

​Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia resmi jadi Raja ASEAN!

​Saya menontonnya sambil menahan napas. Jantung seperti mau melompat keluar, muka saya kadang berubah pucat.

Di tempat lain, ribuan warung kopi histeris. Tukang bakso lupa melayani pembeli. Penonton di rumah ada yang sampai memeluk televisi.

Absurd?

Memang

Tapi itulah sepak bola kita.

​Padahal, secara statistik, Thailand adalah raksasa. Peringkat mereka 94 FIFA. Kita? Peringkat 118.

Dari segi kalkulasi di atas kertas, Thailand jagonya. Tapi bola itu bulat. Di lapangan, kertas kalkulasi tidak ada gunanya kalau lawan punya nyali.

​Sejak menit pertama, pertandingan sudah seperti perang saraf. Wasitnya asal Uzbekistan: Ahrol Risqullaev, sagat Ketat.

Menit ke-2, Luke Vickery dapat peluang emas. Sayang ditahan kiper Thailand. Menit ke-8, Emil Audero ditabrak.

Untung selamat.

​Lalu Presiden Prabowo Subianto terlihat duduk di tribune utama. Di sampingnya ada Presiden FIFA. Kehadiran tokoh-tokoh ini seperti memberi suntikan daya tahan ekstra buat anak-anak Garuda.

​Babak pertama berakhir 0-0. Sama kuat. Tapi tensinya sangat tinggi.​Hujan Kartu dan Drama di Menit Akhir

​Masuk babak kedua, pertandingan makin panas. Pelatih John Herdman melakukan rotasi cerdas. Thom Haye ditarik, masuklah Ruben James.

Taktik Herdman mengalir fleksibel.

​Di kubu Thailand, mereka makin frustrasi. Pemainnya mulai main kasar.

Akibatnya?

Nicholas Mickelson kena kartu kuning kedua di menit ke-80 setelah mengasari Ole Romeny.

Merah !

Thailand harus bermain dengan 10 orang.

​Inilah momen berharga itu. “Free kick” diambil oleh Dean Ruben James. Bola meluncur deras, dan…

Gooool! 1-0 untuk Indonesia!

​Stadion GBK bergemuruh dan gempa lokal. Tapi Thailan memang mentalnya baja. Menit ke-87, Iklas Sanron menyamakan kedudukan jadi 1-1.

​Di babak extra time/tambahan, stamina kedua tim sudah di titik nadir. Menit ke-111, petaka datang. Peeradol Chamratsamee membobol gawang Audero. Thailand unggul 2-1!

​Stadion langsung hening seperti perpustakaan. Banyak yang sudah memasrahkan nasib. Saya sendiri sudah mau mematikan layar.

Tapi itulah keajaiban Garuda.

​Menit ke-116—hanya lima menit sebelum laga usai! Rizky Ridho melepaskan umpan silang akurat. Elkan Baggott yang berpostur jangkung itu melesakkan tembakan, tidak keras, tapi…

Bomm!

Tendangannya mengoyak jaring Thailand.
​Skor 2-2 ! Harapan yang tadi sudah mati, mendadak hidup lagi!

​Eksekusi Dingin di Titik Putih
​Laga harus diselesaikan lewat drama paling menegangkan dalam olahraga: adu penalti.

​Di sinilah kematangan mental diuji. Satu per satu Algojo Indonesia maju dengan tenang:

​Kevin Diks — Masuk!
​Dean James — Masuk!
​Elkan Baggott — Masuk!
​Shayne Pattynama — Masuk!

​Skor penalti sudah 4-2 setelah penendang Thailand, Sarach Yooyen, gagal.

​Lalu giliran Nattapong Sayriya maju sebagai penendang terakhir Thailand. Ia menendang keras, tapi Emil Audero terbang menepis bola itu!

​Plakkk!

​Selesai!

Tamat sudah dominasi Thailand!
​Stasion GBK pecah seketika. Presiden Prabowo ikut meloncat kegirangan. Seluruh pemain berlarian saling peluk.

Thailand datang membawa mahkota King ASEAN, tapi malam ini Garuda yang terbang membawa mahkota itu pulang.

​Kuncinya?

Tiga hal: ketenangan eksekusi, taktik jitu pelatih, dan mental pantang menyerah sampai detik terakhir.

​Selamat untuk Timnas Indonesia. Kalian bukan cuma menang trofi, tapi berhasil bikin satu negara menangis bersama malam ini ! (***)

DPW SWI Jaya Oleh: M.Guntur Alting
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

MEWARNAI ISTANA DARI TIMUR - Budayantara TV
Artikel

MEWARNAI ISTANA DARI TIMUR

4 Oktober 20262 menit baca

Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI JAYA-DKI Jakarta ​DALAM Phaedrus, Plato bercerita tentang Socrates yang ragu pada…

IKJ Lansia: Melawan Lupa, Menertawakan Usia - Budayantara TV
Artikel

IKJ Lansia: Melawan Lupa, Menertawakan Usia

1 Oktober 20268 menit baca

Oleh: Adisurya AbdyPegiat Perfilman Ada satu kelompok WhatsApp yang mungkin terlihat sederhana dari luar: WA IKJ Lansia. Jakarta,-…

Gerakan 30 September, Ketika Bangsa Indonesia Belajar Membaca Ulang Sejarah - Budayantara TV
Artikel

Gerakan 30 September, Ketika Bangsa Indonesia Belajar Membaca Ulang Sejarah

30 September 20264 menit baca

Oleh : Masdjo Arifin -Founder Budayantara Media Digital Nusantara- (BMDN) Jakarta, — Budayantara.tv Setiap akhir September, ada satu…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber