Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan KebersamaanLima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi
Musik News

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 September 20262 menit baca
Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi - Budayantara TV

Jakarta, — Budayantara. TV Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan luka, tekanan, hingga membuat seseorang perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Kegelisahan itulah yang coba disuarakan Agung Hermawan melalui single terbarunya berjudul “Atas Nama Siapa?”.

Mengusung warna pop galau yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lagu tersebut mengangkat kisah tentang hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Agung menyuarakan keresahan seseorang yang berusaha keluar dari relasi yang dibangun dengan tekanan, ego, dan pembenaran sepihak.

“Atas Nama Siapa?” bukan sekadar lagu tentang patah hati. Di balik liriknya, terselip pesan mengenai pentingnya menghargai batas, pilihan, dan suara hati dalam sebuah hubungan.

“Lagu ini saya dedikasikan untuk mereka yang sedang berjuang keluar dari hubungan yang tidak sehat. Cinta tidak seharusnya hadir dengan paksaan dan tekanan,” ujar Agung saat ditemui di Bebek Habibeat Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Menurut Agung, lagu tersebut lahir dari kegelisahan terhadap hubungan yang terkadang menggunakan cinta, ego, bahkan pembenaran atas nama nilai-nilai tertentu untuk memaksakan kehendak kepada pasangan.

Lagu ini kemudian mengajukan sebuah pertanyaan sederhana namun tajam: ketika seseorang memaksakan kehendak atas nama cinta, sebenarnya atas nama siapa semua itu dilakukan?

Melalui liriknya, Agung menggambarkan bahwa cinta dan nama Tuhan semestinya tidak dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang menyakiti ataupun memaksa orang lain.

Pesan tersebut terasa kuat dalam lirik “Atas Nama Siapa?”, yang mempertanyakan batas antara cinta, paksaan, penghormatan, dan kebebasan seseorang dalam menentukan pilihan hidupnya.

Bagi mereka yang sedang mengalami patah hati, lagu ini dapat menjadi teman untuk merenung. Sementara bagi mereka yang tengah berusaha meninggalkan hubungan yang tidak sehat, karya tersebut membawa pesan bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati batas dan kehendaknya.

Cinta bukan perlombaan untuk memenangkan dalil. Bukan pula pembenaran atas luka. Cinta seharusnya memberi ruang bagi dua manusia untuk saling menghormati.

Agung mengatakan, karya terbarunya tersebut didedikasikan bagi siapa saja yang sedang berusaha bangkit dari hubungan manipulatif maupun relasi yang membuat seseorang kehilangan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.

Dengan balutan musik pop yang emosional, “Atas Nama Siapa?” diharapkan dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk berdamai dengan masa lalu sekaligus menemukan keberanian menentukan langkah berikutnya.

Sebab, terkadang pergi bukan berarti berhenti mencintai. Pergi bisa menjadi cara seseorang untuk kembali menghargai dirinya sendiri.

Bagi pencinta musik Indonesia, khususnya penikmat lagu bertema patah hati dan perjalanan emosional, single terbaru Agung Hermawan ini menghadirkan warna tersendiri.

Pada akhirnya, “Atas Nama Siapa?” bukan hanya sebuah judul lagu. Ia menjadi pertanyaan tentang cinta, batas, luka, dan keberanian seseorang untuk memilih jalan pulang kepada dirinya sendiri.***

WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan - Budayantara TV
News

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan

28 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Senin malam (28/9/2026) menjadi momentum bagi para pencinta sepak bola…

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber