Jakarta — Budayantara.tv Persiapan perhelatan Milad Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek ke-25 terus dimatangkan. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan jajaran IKB Jabodetabek bersama Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) dengan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi E, Yudha Permana, di Ruang Fraksi Gerindra, DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Yudha Permana yang membidangi Komisi E, termasuk urusan kebudayaan, menerima langsung rombongan IKB Jabodetabek dan Budayantara untuk mendengarkan paparan mengenai rencana kegiatan yang akan digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat.
Ketua Umum IKB Jabodetabek, H. Jayadih, memaparkan sejumlah agenda yang telah disiapkan dalam rangka memperingati perjalanan 25 tahun organisasi tersebut. Milad tidak hanya diproyeksikan sebagai momentum perayaan, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi, kepedulian sosial, kebudayaan, serta kontribusi masyarakat terhadap lingkungan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Budayantara, Renee Partina dan Yoyok Abidin, serta jajaran Pengurus DPP IKB Jabodetabek.

Dalam dialog tersebut, Yudha Permana menanyakan kesiapan pelaksanaan kegiatan, termasuk berbagai hal yang masih menjadi kendala dan membutuhkan perhatian bersama.
Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan seluruh rangkaian acara dapat dipersiapkan secara matang, sehingga Milad IKB Jabodetabek ke-25 dapat berjalan tertib sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Masdjo Arifin dari Budayantara menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan pada hari pertama akan diawali dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan penanaman pohon.
Yang menarik, agenda penanaman pohon tersebut direncanakan melibatkan Duta Besar Palestina sebagai simbol solidaritas kemanusiaan sekaligus bagian dari diplomasi budaya antara Indonesia dan Palestina.
Kehadiran unsur kebudayaan, sosial, lingkungan, dan solidaritas kemanusiaan dalam satu rangkaian kegiatan membuat Milad IKB Jabodetabek ke-25 tidak sekadar menjadi agenda organisasi.
Semangat yang dibangun adalah bagaimana sebuah peringatan perjalanan 25 tahun dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh masyarakat dari kepedulian terhadap anak yatim, penghijauan lingkungan, hingga membangun jembatan persahabatan melalui kebudayaan.
Pertemuan dengan Yudha Permana pun menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi dan membuka ruang sinergi agar seluruh rangkaian Milad IKB Jabodetabek ke-25 dapat terlaksana dengan baik.
Dengan mengusung semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan, Milad ke-25 IKB Jabodetabek diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat Jakarta dan sekitarnya.




